Setahun Baru Bangun
Saya tidak menyangka, bahwa saya telah menulis di blog saya setahun yang lalu. Saat saya baca ulang tulisan saya, wow, sebegitu konyolnya saya. Tulisannya sangat kacau. Tapi memang sesuai dengan nama blog ini, kicau yang kacau, maka tulisan saya pun kacau balau haha.
Ingin sekali saya mengedit tulisan saya setahun yang lalu itu, tangan saya gatal dan perasaan saya tergelitik saat sekilas membacanya. Tapi setelah dipikir-pikir lagi, rasanya tak perlu. Biarlah yang membaca merasa pusing dan kacau setelah membaca itu. Lagipula, walaupun kacau, sejujurnya ada pesan yang memang saya selipkan di sana, yah semoga saja pesannya tersampaikan.
Tahun 2019 sangat cepat bagi saya. Tentu ada banyak cerita yang saya ingin ceritakan. Walau pastinya sudah basi sekali kalau saya baru mau menceritakannya. Maka saya pikir lebih baik saya simpan saja cerita-cerita usang nan manis itu. Tapi rasanya cerita-cerita itu sangat singkat. Sampai - sampai saya kaget sendiri kok tiba-tiba sudah 2020? Mana di penghujung tahun saya dipenuhi rasa cemas karena harus mengikuti kegiatan wajib kampus yaitu KKN.
Mengapa saya takut mengikuti KKN (Kuliah Kerja Nyata)? Kegiatan ini tidak cuman melibatkan saya untuk bekerja sendiri, namun saya harus siap bekerja sama dengan beberapa orang asing yang bahkan belum saya temui di kampus. Ini gila bagi saya. Saya baru saja sembuh dari rasa takut menatap mata orang lain dan berbicara di depan banyak orang, ehh saya harus bertahan dengan orang-orang asing ini? Dulu, setiap saya membayangkan KKN, perut saya mual. Itu berarti saya sangat ketakutan. Bahkan saya yang tidak memiliki riwayat penyakit tukak lambung (magh), terus-terusan merasa mual. Saya sebal sekali dengan diri saya yang seperti ini. Namun sekarang, jika saya membayangkan kembali masa-masa KKN saya, saya bisa tersenyum, mualnya hilang, dan tentu saja ada rasa rindu yang kerap menyelimuti rasa hangat di dada. Berlebihan memang, tapi itu kenyataannya.
Saya kepikiran untuk membuat suatu tulisan mengenai KKN saya, gara-gara kemarin saat saya hendak pergi ke Simpur bersama teman-teman saya, saya melihat sesosok anak kecil yang entah kenapa mengingatkan saya dengan anak-anak TK yang menjadi murid bimbingan belajar saya dulu. Maka dari itu saya tersenyum dan membayangkan tulisan-tulisan yang pantas untuk saya tampilkan di Blog saya. Namun, biasanya hal itu hanya wacana saja, sehingga tulisan-tulisan itu hilang begitu saja. Hal ini disebabkan saya terlalu malas gerak dan kadang malu jika tulisan saya dibaca oleh seseorang. Kalau yang membaca orang lain mah sebodoamat teung apa teuing (bahasa sunda, kayaknya salah deh. Saya sering mendengarkan itu saat teman kkn saya yang sunda sudah merasa kesal). Saya sangat malu jika dia yang membaca tulisan saya. Membayangkannya saja geli.
Apalagi ketika saya tadi membaca tulisan saya setahun yang lalu, aduh, rasanya saya ingin kembali ke masa lalu , bertemu dengan saya yang dulu, lalu menggeplak kepalanya, sambil bilang "hadeh, Mauli. Ngomong apaa woyy?" Tapi sejujurnya saya juga ingin mengucapkan terima kasih dan selamat kepada dia, karena telah berani memposting hasil kicauan nya yang kacau. Setidaknya dia jauh lebih berani daripada saya yang sekarang. Untuk menguji keberanian saya, maka saya juga harus memposting tulisan ini. Entah siapa yang akan membaca, semoga tidak merasa waktunya sia-sia. Saya juga akan mulai menulis lagi, dan start pertama saya adalah "menceritakan kegiatan KKN"
Akhirnya, setelah setahun berlalu, blog ini aktif lagi, seolah-olah baru bangun dari tidurnya.
Ingin sekali saya mengedit tulisan saya setahun yang lalu itu, tangan saya gatal dan perasaan saya tergelitik saat sekilas membacanya. Tapi setelah dipikir-pikir lagi, rasanya tak perlu. Biarlah yang membaca merasa pusing dan kacau setelah membaca itu. Lagipula, walaupun kacau, sejujurnya ada pesan yang memang saya selipkan di sana, yah semoga saja pesannya tersampaikan.
Tahun 2019 sangat cepat bagi saya. Tentu ada banyak cerita yang saya ingin ceritakan. Walau pastinya sudah basi sekali kalau saya baru mau menceritakannya. Maka saya pikir lebih baik saya simpan saja cerita-cerita usang nan manis itu. Tapi rasanya cerita-cerita itu sangat singkat. Sampai - sampai saya kaget sendiri kok tiba-tiba sudah 2020? Mana di penghujung tahun saya dipenuhi rasa cemas karena harus mengikuti kegiatan wajib kampus yaitu KKN.
Mengapa saya takut mengikuti KKN (Kuliah Kerja Nyata)? Kegiatan ini tidak cuman melibatkan saya untuk bekerja sendiri, namun saya harus siap bekerja sama dengan beberapa orang asing yang bahkan belum saya temui di kampus. Ini gila bagi saya. Saya baru saja sembuh dari rasa takut menatap mata orang lain dan berbicara di depan banyak orang, ehh saya harus bertahan dengan orang-orang asing ini? Dulu, setiap saya membayangkan KKN, perut saya mual. Itu berarti saya sangat ketakutan. Bahkan saya yang tidak memiliki riwayat penyakit tukak lambung (magh), terus-terusan merasa mual. Saya sebal sekali dengan diri saya yang seperti ini. Namun sekarang, jika saya membayangkan kembali masa-masa KKN saya, saya bisa tersenyum, mualnya hilang, dan tentu saja ada rasa rindu yang kerap menyelimuti rasa hangat di dada. Berlebihan memang, tapi itu kenyataannya.
Saya kepikiran untuk membuat suatu tulisan mengenai KKN saya, gara-gara kemarin saat saya hendak pergi ke Simpur bersama teman-teman saya, saya melihat sesosok anak kecil yang entah kenapa mengingatkan saya dengan anak-anak TK yang menjadi murid bimbingan belajar saya dulu. Maka dari itu saya tersenyum dan membayangkan tulisan-tulisan yang pantas untuk saya tampilkan di Blog saya. Namun, biasanya hal itu hanya wacana saja, sehingga tulisan-tulisan itu hilang begitu saja. Hal ini disebabkan saya terlalu malas gerak dan kadang malu jika tulisan saya dibaca oleh seseorang. Kalau yang membaca orang lain mah sebodoamat teung apa teuing (bahasa sunda, kayaknya salah deh. Saya sering mendengarkan itu saat teman kkn saya yang sunda sudah merasa kesal). Saya sangat malu jika dia yang membaca tulisan saya. Membayangkannya saja geli.
Apalagi ketika saya tadi membaca tulisan saya setahun yang lalu, aduh, rasanya saya ingin kembali ke masa lalu , bertemu dengan saya yang dulu, lalu menggeplak kepalanya, sambil bilang "hadeh, Mauli. Ngomong apaa woyy?" Tapi sejujurnya saya juga ingin mengucapkan terima kasih dan selamat kepada dia, karena telah berani memposting hasil kicauan nya yang kacau. Setidaknya dia jauh lebih berani daripada saya yang sekarang. Untuk menguji keberanian saya, maka saya juga harus memposting tulisan ini. Entah siapa yang akan membaca, semoga tidak merasa waktunya sia-sia. Saya juga akan mulai menulis lagi, dan start pertama saya adalah "menceritakan kegiatan KKN"
Akhirnya, setelah setahun berlalu, blog ini aktif lagi, seolah-olah baru bangun dari tidurnya.
Setahun Baru Bangun
Reviewed by kicauan ka maro
on
02.10
Rating: 5

