Kongek (Bahasa Lampungnya Mengejek)
Ada beberapa banyak hal yang aku pelajari di tahun 2020. Hampir semuanya absurd. Salah satu keabsurdan yang aku pelajari yaitu, bagaimana caranya mengongek dengan cara yang baik dan benar. Hampir 20 tahun lamanya, atau bisa dibilang seumur hidupku tidak pernah berhasil mengongek orang kapan pun dan di mana pun. Sesekali pernah, di waktu yang tepat (dan waras). Namun, kadangkala aku ingin tetap mengongek orang supaya ketika aku diposisi sedang disakiti baik sengaja atau tidak disengaja, akan kubalas dengan kongekan yang humoris. Tetapi, saat itu aku belum punya keterampilan itu.
Bakat mengongek orang itu penting terutama untuk orang yang mudah terluka (baca: sensitif) sepertiku. Kalau aku menunjukan langsung ketidaksukaanku terhadap omongan orang lain, biasanya orang lain itu ketar ketir dan mengeluarkan jurus "ah baperan lu". Itu membuat tidak nyaman dan canggung. Padahal maksud hati pun aku engga mau bertengkar. Hanya ingin dia berhenti, kalau tidak, kata katanya akan menyakitiku terus. Namun pesannya tidak tersampaikan, soalnya dia merasa tersinggung duluan, entah karena merasa bersalah atau merasa benar tapi takut disalahkan. Maka dari itu, mengongek itu perlu. Dari kongekan, bisa tersirat makna ga langsung. Orang lain akan tersinggung, namun dengan cara classy (berkelas). Bahkan bisa jadi, kami malah saling kongek. Terlihat asik dan seru di mata orang lain. Menghibur deh.
Mengingat pentingnya bakat ini (baca: ngongek orang), aku mencari banyak cara untuk mempelajarinya. Membaca buku dan menonton komedi sarkas sangat membantu. Kadang aku iri dengan orang yang terlahir alami memiliki bakat kongek. Istilahnya mampu melempar semua perkataan dengan humor dengan sedikit ejekan. Mereka yang punya bakat ini bagiku bisa menguasai berbagai hal. Tidak perlu sakit hati. Tidak perlu overthinking. Aku pelajari cara bicara mereka. Aku pelajari cara mereka melempar ejekan. Aku pelajari semuanya yang aku dengar.
Semenjak mempelajari cara mengongek orang dalam bentuk sarkas komedi. Beberapa orang yang baru mengenalku menganggap aku asik. Namun, engga bisa dipungkiri juga bahwa kadang kalau sedang PMS (pra-mens, berarti hari2 sebelum menstruasi, orang2 kadang salah mengartikan) aku baper banget sampai menangis. Kemampuan kongeknya hilang. Ahaha. Tetapi jujur ya, semenjak bisa melempar omongan orang dengan seni berbicara ini, hidupku terasa lebih enteng.
#30haribercerita #30hbc21 #30hbc2105


Tidak ada komentar: