kalau gede, Nobita mau jadi apa?
Pernah baca dan menonton Doraemon dong pastinya? Apa hal yang paling kalian inget? Kalau saya selalu keinget Doraemon yang selalu membantu Nobita yang engga bisa apa – apa. Memang itu tema besar dari cerita Doraemon. Rasanya nobita memang dilahirkan sebagai anak yang engga punya bakat apa-apa. Sudah begitu, selalu pasrah saat melawan Giant dan Suneo yang sering membullynya. Untunglah ada perempuan cantik yang selalu menolongnya saat dia dibully, bernama Shizuka. Sudah cantik baik pula, pastilah Nobita suka.
Dari awal sampe beratus ratus episode, ceritanya itu itu saja. Sampai – sampai Doraemon malas membantu Nobita lagi. Mana cengeng pula anaknya. Dikit-dikit merengek ingin ini itu tapi usaha nol. Kerjanya minta barang ajaib mulu ke Doraemon. Lama – lama nobita bakal jadi pecundang selamanya kalau begitu. Tapi rasa saying Doraemon ke Nobita tidak bisa menghentikan kebiasaan Nobita itu. Sebenarnya Nobita juga saying Doraemon bahkan dari dalam lubuk hatinya juga ingin berubah. Tapi, mungkin karena tidak punya “tekanan” yang benar – benar membentuk Nobita, Nobita hidupnya begitu – begitu saja. Okeylah, anggap dibully, tak bisa apa apa, dan Dekisugi yang ganteng adalah masalah yang menekan Nobita. Namun tekanan supaya nobita benar – benar berubah dan menaiki level skillnya tidak ada, toh dia bisa minta dan minta lagi ke Doraemon yang serba instant-membuat kepribadiannya menjadi “tak bisa apa-apa”.
Itulah mungkin penyebabnya Tuhan atau apalah itu (jika yg membaca ini seorang Atheis) selalu menguji manusia. Kalau manusia selalu dikasih apa apa terus menerus tanpa masalah, nantinya manusia jadi tak bisa apa apa. Kerjanya merengek terus, minta ini itu dan taraa ini dia hambaku, barang yang kau mau. Nikmatilah. Abis itu minta lagi ya? Kan kau tak bisa apa apa. Cuman bisa nafas sajalah kau itu. Abis itu makan. Abis itu berak.
Saya dulu sebal bila melihat tulisan “terbentur, terbentur, terbentur, lalu terbentuk” di twitter. Saya sebal karena waktu itu posisi saya sedang “terbentur”. Saya sedang merasakan sakitnya. Terus saya balas tulisan itu dengan “Terbentur-terbentur-terbentur ya bonyok elahh kagak negbentuk apa – apa yang ada biru – biru.” Teman saya yang membaca itu geli. Dikiranya saya sedang guyon. Padahal saya sedang pesimis. Membentuk apa coba dari benturan benturan kalau bukan benjol? Ternyata ada kata yang lupa diselipkan di kalimat itu. Boleh ya saya edit sedikit, walau kalimatnya jadi tidak berima. “Terbentur, terbentur, terbentur, sembuhin, obatin, mikir, dibentukin deh bekasnya biar unyu, yeee terbentuk!”
Ya kok jadi gitu kalimatnya. Tapi semoga kalian ngerti ya maksudnya.
Balik lagi ke cerita doraemon. Kalian tau endingnya apa engga? Yang mau spoiler yuk mampir ke sini. Suatu hari, Doraemon sakit. Ternyata dia rusak, kelamaan dipakai pastinya. Namanya juga elektronik semakin tua ya semakin rongsok. Paniklah si Nobita, dibawanya ke masa depan abad 21 pakai mesin waktu. Eh taunya di mesin waktu, mereka ditilang polisi masa depan. Katanya mereka engga bisa membiarkan Nobita membawa Doraemon untuk diperbaiki. Panaslah kepala si Nobita, sambil ngomel – ngomel gitu. Ya wajar sih, coba kalian bayangin, orang yang kalian sayang lagi sakit parah pas mau di bawa ke rumah sakit eh malah ditilang polisi. Akhirnya usaha Nobita nihil. Doraemon juga engga bisa diperbaiki sembarangan.
Lama kelamaan Doraemon rusak total. Noita tertekan. Akhirnya dia berpikir bagaimana kalau dia saja yang memperbaiki Doraemon? Ya tapi pasti ga bisa dong, KARENA NOBITA GA ADA SKILL APA APA. Akhirnya Nobita bersungguh – sungguh buat belajar. Doi jadi ambis. Siang, Sore, dan Malem doi belajar sambil ngeliatin doraemon. Pokoknya Nobita harus bisa benerin Doraemon.
Gara-gara sering belajar dan ambis, waktu UN SD doi jadi peringkat pertama. Begitu pula waktu SMP dan SMA, doi bisa ngalahin Dekisugi, Jangankan Dekisugi, seluruh anak yang seangkatan dia bisa dikalahin. Doi juga masuk Teknik Elektro, tentu aja saya asal ngomong. Pokoknya diceritanya Nobita jadi pembuat robot yang handal, supaya apa? Supaya bisa benerin Doraemon. Ujung2nya ternyata Nobitalah yang menciptakan Doraemon, bahkan abad 21 yang serba robot itu Nobitalah yang membangunnya. Orang2 yang bully nobita kayak Giant dan Suneo diam2 salut dengan nobita, begitupula Dekisugi. Mereka bertiga minum sake sambil ghibahin Nobita tapi dalam rasa bangga bukan iri. Kok bisa sih Nobita begitu? Tekanan dan rasa cinta ke Doraemonlah yang membentuk nobita yang sekarang. Terbentur? Iya. Terbentuk? Juga iya.
kalau gede, Nobita mau jadi apa?
Reviewed by kicauan ka maro
on
10.27
Rating: 5

