BACOTAN - "KAMARKU"
Kamarku ini, kalau kamu mau tau, kata orang orang banyak jin nya. Kenapa? Bukan karena pemilik kamar ini mukanya menyerupai jin, tapi karena kamarku ini panas (bagi mereka). Saat cuaca dingin dia panas, saat cuaca panas ya tetap panas. Tapi bagiku, kamarku hangat.
Kalau boleh jujur, pemilik kamar ini lebih memilih kepanasan daripada kedinginan. Dingin itu menusuk. Kayak sikap kamu ke aku, suk tusuk. Makanya lebih suka panas. Kalau panas cuma keringetan. Tinggal mandi. Tinggal beli es. Tinggal kipasan. Tinggal di Jepang enak kali ya. Tinggal di kamarku juga enak. Makanya aku suka kamarku. Persetan dengan pendapat orang orang. Kamarku tetap nyaman.
Aku mau ngasih tau kamu suatu hal lagi. Kamu pernah kan merasa seseorang itu cantik, sampai jantungmu berdebar debar tidak karuan. Tapi bagi temanmu dia biasa saja, tidak cantik juga tidak jelek. Kamu kesal dengan pendapat temanmu. Kamu mulai mengganggap matanya rabun. Kamu akan berusaha sekuat mungkin memberitaunya kalau orang itu cantik. Bahkan kamu menambahkan salah satu sifatnya, yaitu baik. Lengkap sudah orang ini, udah cantik , baik pula.
Nyatanya, Temanmu masih tak berkutik. Dia yakin, orang yang kamu maksud itu biasa saja. Namun, untuk menghormatimu, dia setuju kalau orang ini baik karena orang ini bukan koruptor(elah). Titik. Gak pakek koma. Kalo pakek koma, berarti ga titik.
Lalu temanmu memberitaumu kalau orang yang sedang duduk di sebelahnya itu cantik, hatinya pun berdebar debar pula sepertimu. Eh kamu malah marah marah tak habis pikir. Mengganggap selera temanmu aneh, bahkan rendahan. Kamu menilai orang yang dianggap temanmu cantik itu jele. Jerawatnya banyak, ga bersihlah bagimu pokoknya. Padahal orang ini sengaja memakai gaya make up yang terlihat ada totol2 di bagian hidung dan pipinya. Biar mirip elsa frozen. Temanmu tidak marah, dia bilang itu daya tariknya.
Kalau aku teruzin ceritanya maka engga akan selesai. Karena 'kamu' di cerita ini sengaja kubuat egois. Sengaja ku buat tidak terima pendapat orang lain. Sengaja kubuat merasa yang paling benar. Biar kamu kalau emang kebetulan punya ketiga sifat itu , merasa kena aja. Biar aku bisa arahin kamu ke kamera tersembunyi terus bilang "kena deh".
Jadi sebenarnya aku mau ngasih tau apa? Ngasih tau kalau di dalam kepala orang ada otak. Otak itu wadah berpikir. Nah, isi pikiran tiap otak manusia itulah yang berbeda beda. Maka kamu, aku, mereka, yang sama sama orang, harusnya waras saat ada orang lain yang pemikirannya berbeda. Bukan malah merasa orang lain itu tidak benar. Marah marah tidak karuan. Menganggap dirimulah yang paling benar.
Bagimu kamarku panas dan gerah, tidak cocok denganmu yang pengguna AC. Bagiku kamarku hangat dan nyaman sangat cocok denganku yang ga suka dingin. Kalau tak suka dengan kamarku, silahkan untuk tidak menetap. Bukannya malah menyuruhku memasang AC di kamarku. Gitu.


Mantulll
BalasHapus