Bijak
Semakin tua, kemampuan kita untuk merendahkan orang lain semakin meningkat. Banyak ilmu yang kita serap, banyal pengalaman yang kita lewati, dan banyak manusia yang kita hadapi membuat kita percaya diri bahwa orang lain, terutama yang lebih muda sama polosnya dengan kita yang dulu. Masih bodoh dan tidak mengerti ngerinya dunia luar.
Maka, semakin tua kita, semakin meningkat kemampuan kita merendahkan orang lain.
Kemampuan ini dipertajam oleh buruknya perlakuan orang yang lebih tua yang sialnya terkadang kita sendiri pun tak kenal. Banyak juga orang yang lebih tua yang bijak, mungkin termasuk orang tua kita. Namun, banyak juga yang hahihuheho sehingga membuat kita luka. Merendahkan kita di depan orang banyak misalnya, hanya karena kita masih muda. Masih polos. Masih suci. Masih masih masih rendah di mata mereka. Sehingga, terbentuklah diri kita yang sekarang.
Tetapi, adapula orang orang yang melanggar kalimatku yang paling atas. Dia yang lapang dadanya. Dia yang rendah hatinya. Dia yang pernah terluka namun memilih untuk menyembuhkan luka orang lain (yang lebih muda). Dia yang tidak menganggap rendah, remeh, mengecilkan orang lain. Iya, dia yang disebut orang baik. Orang bijak. Orang tua idaman. Dan aku harap, dia itu kamu. Jadilah orang seperti itu, sebab kita tidak tau apa balasannya kelak yang akan kau terima baik di dunia maupun di akhirat. Keturunanmu akan selamat karena kebaikanmu. Dunia ini akan selamat karena kerendahanmu.
Jangan abai.
#30haribercerita #30hbc21 #30hbc2104


Tidak ada komentar: