Kebaikan
Gue punya temen. Anaknya agak aneh dan nyebelin. Ketemu dia bawannya mau berantem mulu. Bukan berantem karena benci atau emang gasuka, tapi emang bawaannya saling ejek aja.
Namun, kalau sedang butuh bantuan kami berdua saling ada dan melengkapi.Suatu hari, gue penat. Soalnya gue belum seminar KP. Gue hubungin lah temen gue ini. Niatnya saling ejek aja karena gue yakin dia juga belum. Taunya dia udah dong. Dia sudah selesai seminar KP dan udah ngejilid covernya. Ujungnya gue yang diejek dia. Sedikit sebel soalnya, seminggu yang lalu dia baru nanya gimana caranya mengatur spasi untuk karya ilmiah. Seminggu kemudian dia udah kelar kayak apa apaan sih hidup bercanda amat?
Tetapi, kalau gue boleh memuji dia, sekarang akan gue puji dia. Sejujurnya adil sekali kalau Tuhan membuat jalan yang mudah untuknya. Setiap hari sering kulihat dia membantu atau menjadi wadah sedekah. Setiap harinya dia membantu entah itu memberi orang lain makan, membangun masjid atau menggalang dana bencana alam.
Anaknya juga kalau melihat temennya kesusahan, dia bakal jadi orang nomor satu yang akan membantu temannya itu. Sambil haha hihi, dia serius membantu temannya dengan tulus.
Maka pantas saja kalau dia dipermudah segala urusannya. Sebab, urusan orang lain pun dia ikut permudah. Pantas saja, kalau di dekatnya tidak ada rasa benci padahal mulutnya seperti titisan dajal. Ternyata kebaikannya menutupi semua kekurangannya.
#30haribercerita #30hbc21 #30hbc2108


Tidak ada komentar: