Basa Basi sambil Haha Hihi
Kemarin, keluarga sepupu dari pihak Mami saya datang ke rumah. Saya sedang tertidur gara – gara kecapean beresin buku – buku di kamar. Mami saya berteriak memanggil saya dari bawah, saya langsung loncat dari kasur--buru – buru bangun dan berharap masih sempat beresin kamar saya yang kondisinya kayak gudang gramedia. Namun terlambat, tante saya tiba – tiba sudah di depan kamar saya karena berniat melihat cat baru ala Mauli-yang-unyu-itu. Cat dindingnya bagus, isi kamarnya tidak. Pada setiap sudut ruangan, buku, kertas, alat gambar, boneka dan selimut berhamburan. Saya nyengir. Beliau juga. Setelah cengangas cengenges, Saya turun menyambut sepupu – sepupu saya.
“liatin langit bintang.”
“Wibu lu ya?”
“hah? Apaan sih? Wkwk.”
“Iye, Maw. Kalau anak Indie suka liatin senja, anak wibu suka liatin langit malam.”
“Hahaha, mana ada gilak. Wibu itu suka liat anime kalau malem2. Ada – ada aja elu.”
“ya elu berarti, kan suka anime.”
Saya tertawa-sembari kesal sedikit. Saya bukan wibu, toh saya cuman nonton beberapa anime. Itu juga yang mainstream. Tapi, bisa dibilang saya iri dengan mereka,orang orang yang memiliki hobi. Hidup saya gini – gini aja. Rasanya engga ada perkembangan. Kalau dibandingin dengan mereka yang mempunyai hal yang mereka sukai, Kpopers contohnya, mereka bahagia dengan cara mereka sendiri. Bahkan ada yang berpenghasilan dari hal yang mereka sukai. Sambil Haha Hihi dapat duit. Saya juga dulu punya hal yang disukai, gambar misalnya. Cuman tidak tau mengapa saya sekarang ketakutan setiap mau melakukannya.
“Kenapa ya gue begitu?” Tanya saya.
“Udah lama kali ga lo lakuin.” Jawab dia sekenanya.
Benar, sudah lama, mungkin setahun yang lalu saya terakhir kali menggambar. Namun, akhir – akhir ini saya ada hobi baru, yaitu menulis. Dua bulan yang lalu, saya mulai menulis novel (aduh gelinya menyebut ini) di wattpad, tapi seperti biasanya, tidak saya selesaikan. Secara sadar saya paham apa masalah saya, tapi saya tidak mengerti mengapa tidak saya lanjutkan. Masalah saya itu hanya di ‘Konsisten’. Saya tidak konsisten. Teman saya, konsisten latihan tentang computer dan menyukai itu. Teman saya juga, konsisten menggambar sehingga kemarin sepupu saya memuji gambarnya-yang ada di kamar saya. Pewdiepie konsisten mengunggah video2nya sehingga mempunyai ratusan juta subscriber. Sepupu saya wibu, konsisten mengikuti hal2 berbau jejepangan dan sekarang bisa bahasa jepang. Apalagi teman – teman saya yang Kpopers, aduh sudah tidak bisa saya hitung teman2 saya yang jago dance, nyanyi, dan dapat duit dari sana. Maksud saya, karena mereka konsisten melakukan hal yang mereka sukai, mereka dapat hasilnya. Saya ini loh, yang engga dapet apa – apa karena berhenti melulu. Makanya di bulan ini, yah semoga dapat mengikuti dengan “konsisten” acara menulis jurnal di bulan Juni. Walaupun saya agak keberatan menulis di caption IG karena kan dibatasi. Soalnya saya kalau menulis panjang sekali, banyak basa basinya. Ini saja sudah 684 kata yang saya tulis, sial, harus saya edit lagi deh.


Tidak ada komentar: