Inuyasha, Sosok Bucin yang Sebenarnya.
Waktu SD, saya pecinta Naruto garis keras. Semua
alat sekolah saya harus bergambar Naruto, dari sampul buku sampai kotak pensil.
Saya tabungi uang jajan dan rela engga makan sosis bakar dua bulan untuk
membeli boneka naruto-yang pada akhirnya malah beli karakter sakura karena kehabisan boneka narutonya. Saya engga mau beli boneka Sasuke karena Sasuke
jelek. Saya suka Naruto karena kakak saya menyukainya. Dulu, apapun yang kaka
saya suka, saya juga harus suka. Karena kakakku, panutanku. Maklum, guys, belum
mengenal Rasul. Namun kesukaan ini berakhir karena saya bertemu teman yang menyukai
Inuyasha.
Dia, Icha(nama tidak disamarkan) teman sebangku
saya. Hobinya menggambar dan menonton TV. Saya yang tiap hari ngomongin naruto
dan selalu bilang bercita cita memiliki rambut seperti Ino mungkin membuat dia
gedeg, dan akhirnya bilang “Ah elu ga pernah nonton Inuyasha sih. Kakaknya
ganteng tau.” Saya tidak habis pikir. Memangnya ada lelaki (anime) yang ganteng
selain Naruto? Maka saat pulang ke rumah, saya merenung sambil melihat iklan
global TV--menuggu tayangan Inuyasha.
Akhirnya, mulai juga tuh ost Inuyasha. I want to
change the world adalah soundtrack anime yang tidak bisa saya lupakan seumur
hidup. Saya tidak perlu mencari kakaknya Inuyasha, karena bagi saya Inuyasha
sudah ganteng. Rambutnya yang gondrong dan kupingnya yang lucu seperti milik Hello Kitty, membuat Naruto tak ada apa apanya lagi di mata saya. Kagome juga
cantik banget. Saya tiba – tiba kepikiran nanti kalau sudah besar harus punya
rambut panjang berponi yang hobi pakai rok mini.
Beberapa tahun kemudian, akhirnya saya sadar setelah menonton ulang anime Inuyasha, inuyasha ini sosok bucin sejati. Udah pada tau belum ceritanya bagaimana? Baiklah, saya akan spoiler sedikit. Jadi, zaman dahulu, hiduplah beberapa siluman dan manusia. Manusia menyimpan bola Kristal yang katanya mampu menyerap seluruh energi di dunia. Siluman yang mendengar kabar ini ingin memiliki energi itu untuk hidup selamanya, sehingga Siluman dan Manusia engga akur. Siluman berlomba lomba merebut bola kristal dari Manusia, sampai ada pertumpahan darah. Untuk memperkuat umat manusia, di pihak manusia ada cenayang yang tugasnya menyegel siluman – siluman jahat yang hendak mencuri bola kristal. Pertumpahan darah antara manusia dan siluman ini berlangsung selama beberapa tahun.
Nah, pada suatu hari munculah manusia setengah siluman, namanya Inuyasha. Doi lahir dari ibu manusia yang bersuami siluman. Inuyasha ini engga jahat, dia cuman kehilangan identitas aja makanya brutal. Dia sering tidak dianggap manusia, karena dia berdarah siluman, begitu juga dia tidak dianggap siluman karena dia berdarah manusia. Pusing deh dia.
Di desa yang dia tinggali, ada
cenayang yang cakep banget namanya Kikyo. Di desa inilah perbuatan onar Inuyasha dianggap kenakalan remaja oleh seseorang bernama Kikyo sehingga membuat Inuyasha nyaman. Setiap hari Inuyasha main sama Kikyo.
Kikyo juga engga masalah sama kehadiran Inuyasha karena dia hanya setengah
siluman. Suatu hari Inuyasha malah mengkhianati Kikyo dengan mencuri bola Kristal.
Kikyo kesal banget sampai ga habis pikir. Soalnya bagi Kikyo, Inuyasya sudah dianggap menjadi adik. Setega itu kah Inuyasha? Dikejarlah Inuyasha dan disegel pula
dia sampai tertidur menggunakan panah milik Kikyo. Sambil menahan sakitnya panahan Kikyo, Inuyasha menangis di depan Kikyo sampai tertidur selamanya. Padahal Inuyasha nekat mencuri bola Kristal itu karena dia
jatuh cinta dengan kikyo, dia berniat menjadi manusia seutuhnya agar bisa
memiliki hati kikyo. Kan? Bucin kan si Inuyasha. Namun Kikyo tidak mengerti. Dia akhirnya memutuskan mati bunuh diri sambil membakar dirinya dan bola kristal ikut terbakar di genggamannya, agar manusia dan siluman damai.
Beberapa tahun kemudian, munculah Kagome dari sumur
tua. Kagome ini ternyata dari masa depan. Si Inuyasha bangun karena bau Kagome seperti
bau Kikyo. Nampaknya Inuyasha engga bisa move on dari Kikyo. Dia pun mengira Kagome adalah Kikyo. Singkat cerita,
Kagome melepas segel Inuyasha dan akhirnya memiliki pertualangan bersama untuk
memungut pecahan bola Kristal yang engga sengaja pecah gara – gara Kagome. Kagome lah pembawa bola kristal dari masa depan namun tidak tau apa - apa. Kagome ini mirip kikyo, tapi dia norak dan agak bego sebab engga tau apa –apa soal
kehidupan di zaman Siluman. Hal ini yang membuat Inuyasha sebel. Gimana engga
sebel, harus barengan sama mba – mba yang mirip mba mantan (gebetan), tapi versi low
level. Mana Kagome ini ceriwis banget beda dengan Kikyo yang tenang. Saat jalan
bareng, Inuyasha sering banding-bandingin Kagome sama Kikyo. Kagome marah –
marah dong dengan bilang kalau Inuyasha belum Move on. Asli ya kamu Inuyasha,
udah bandel, tukang marah marah, toxic lagi karena belum move on. Percuma kamu
ganteng. Untunglah kagome sabar dan lama – lama mengenal sisi kelam Inuyasha.
Begitupula Inuyasha yang akhirnya jatuh cinta sama kebaikan Kagome. Ya gitulah,
teman, cinta akan tumbuh karena sering bersama. Kan? Bucin kan?
Di umur 18 tahun akhirnya saya sadar, cowok kayak
Inuyasha ini susah dijadikan partner. Saya harus sesabar dan sekuat Kagome jika
terpaksa bersama cowok kayak Inuyasha. Itu juga
karena Kagome engga ada pilihan cowok lain. Coba muncul cowok baik yang
engga suka marah – marah, pasti Kagome lebih milih Inuyasha, tetep, soalnya
Kagome juga bucin. Akhirnya saya kembali menyukai Naruto. Jelas Naruto lelaki
idaman. Dia cowok yang pantang menyerah, selalu belajar, bekerja keras, hobi
menabung, setia kawan dan suka mie (kayak saya). Engga terlalu bucin juga,
karena sekali ditolak Sakura--doi bisa move on, dan akhirnya mencintai Hinata.
Coba kalau Naruto ga move on, itu Boruto apa kabar?


Sukaaa bacanyaa
BalasHapus